“ Happy Birthday bumi”
“Sayangi bumi kita”,
“Bumi kita cuma satu”
Pada 22 April 2010, kata-kata diatas merupakan kata yang paling banyak disiarkan diberbagai media, bahkan ribuan lebih para pengguna facebook dan twitter mengupdate status mereka dengan mengunakan kata-kata itu. Ya, selain karena memang bertepatan dengan hari bumi, Akhir- akhir ini gerakan go green untuk melestarikan lingkungan memang sedang hits. Gerakan ini pun menjadi salah satu hal pokok di dalam oraganisasi multilateral seperti PBB dan menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh setiap negara di dunia, baik negara maju maupun berkembang. Gerakan ini sangat banyak membawa perubahan pada tingkah laku manusia dalam memperlakukan lingkungannya.
- Sumber: http://zonaikan.wordpress.com
Gerakan yang baru menjadi hits pada beberapa dekade ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh sebuah negara yang sangat unik. Ratusan tahun silam saat negara-negara industri sedang menggerakkan proses revolusi industri yang akhirnya banyak menghasilkan polusi. Suatu negara yang bernama Belanda sudah menerapkan teknologi ramah lingkungan yang sangat maju. Semua orang pasti setuju teknologi tersebut adalah kincir angin, kincir angin adalah motor dari revolusi industri hijau di Belanda yang merupakan akar dari teknologi penghasil energi ramah lingkungan di seluruh dunia. Banyak cerita dari teknologi ini bahkan Belanda dapat menguasai dan mengenal dunia juga dikarenakan oleh teknologi ini. Dengan kincir angin, belanda dapat menggerakan alat penggerjaji kayu secara besar-besaran sehingga dapat memproduksi kapal dan dapat mejelajah dunia. Sungguh suatu inovasi revolusi hijau yang mengagumkan, mesin bertenaga alam yang ramah lingkungan sudah ada saat manusia baru mengenal mesin industri yang menyebabkan polusi. Sekarang pun belanda tetap menjadi yang terdepan dalam keramahannya terhadap lingkungan, ribuan lebih sepeda tetap menjadi sarana transportasi di negara ini. Kanal-kanal dengan gondolanya yang menjadi sarana transportasi air ramah lingkungan membuat Belanda terbebas dari banjir dan mengalahkan keindahan kota Venice. Alat-alat pengolahan air ramah lingkungan juga dihasilkan negara ini, alat-alat tersebut yang tidak hanya berguna bagi Belanda, tapi juga membantu banyak negara khususnya Indonesia. Contoh alat-alat tersebut adalah water pyramid yang digunakan dalam penangulangan kekeringan di Lombok timur dan rehabilitasi air bersih pasca bencana alam seperti gempa Padang dan tsunami Aceh.

Sumber:http//citizennews.suaramerdeka.com/
Sebagai negara berkembang sudah seharusnya kita mempelajari berbagai teknologi ramah lingkungan dari perdaban yang memang telah terbukti bahkan memberikan berbagai pengaruh dan manfaatnya sampai ke negara kita. Belanda negeri kecil dengan peradaban memukau ini dapat kita jadikan sebagai salah satu contoh agar negara kita dapat lebih baik dalam mengelola sumber daya alam yang berlimpah. Jadi tidak heran jika sekarang banyak orang-orang yang berbondong menuntut ilmu ke negeri tertua, teramah, dan terinovasi dalam teknologi ramah lingkungan ini. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pelajar asing yang berada di negara ini, lebih dari 75000 pelajar asing belajar di negeri kincir angin ini (sumber data : Antara news 2010).
Selain karena inovasinya dalam teknologi lingkungan banyak juga hal lain yang menarik orang untuk belajar ke Belanda. Hal lain tersebut adalah kualitas pendidikan dan tingkat toleransi yang tinggi di Belanda. Untuk kualitas pendidikan, Belanda tidak perlu diragukan lagi. Belanda adalah salah satu negara Eropa yang banyak memiliki universtas-universitas yang masuk dalam peringkat 200 universitas teratas dunia diantaranya Universty of Amsterdam dan Utrect University (sumber: Times Higher Education 2009). Selain itu negara ini menerapkan sistem belajar yang tidak hanya difokuskan pada keunggulan dalam pengajaran secara teori tetapi juga keunggulan dalam penelitian sehingga para mahasiswa tidak hanya menguasai teori tetapi juga praktik.
Sedangkan untuk toleransi, negara ini adalah negara yang sangat menjunjung hak asasi manusia sehingga menghasilkan persamaan hak asasi dalam berbagai bidang diantaranya pendidikan, kepercayaan dan kemanusiaan sehingga orang dapat tenang untuk menetap dan belajar di negeri. Contoh nyata dari toleransi yang tinggi di negara dapat dilihat dari kebebasan dalam berpakaian. Di negara ini semua orang bebas menggunakan pakaian yang dianggapnya baik. Seoarang biarawati dapat memakai pakaian dan penutup kepalanya yang anggun, wanita muslim dapat memakai kerudungnya dan seorang wanita india dapat menggunakan sarinya. Mungkin ini bukan menjadi masalah bagi orang-orang tapi ini sungguh merupakan salah satu hal yang penting untuk beberapa orang dengan kepercayaan tertentu. Sehingga mereka akan merasa tenang tinggal di Belanda karena negara ini adalah salah satu negara yang memperbolehkan orang untuk menggunakan pakaian yang berhubungan dengan keagamaan di tempat umum.
Berbagai alasan diatas adalah alasan saya untuk memilih belajar ke Belanda dan tentunya masih ada 75000 lebih alasan orang-orang untuk belajar di Belanda.
